Monday, 3 December 2012
Thursday, 15 November 2012
Woro woro....
Assalamualaikum. wr. wb.
Halo sobat media, bagi kamu2 yang haus akan sejarah Islam, kini akan diselenggarakan kajian sejarah Islam dan nonton bareng Film Umar Bin Khattab sebanyak 30 episode, yang Insya Allah akan dilaksanakan:
Mulai : 3 Muharram 1434 H (17 November 2012)
Penyelenggara : Pesantren Media
Program : Nonton Bareng Film 'UMAR BIN KHATHTHAB (sebanyak 30 episode) dengan 2 episode/malamnya
waktu : setiap jam 19.30 (kecuali malam jumat)
Tempat : Laladon Permai Bogor "Misbar"
Hidangan : Bandrek susu
GRATIS untuk UMUM
- Hiburan
- Pengajaran Sirah Nabawiyah & Tarikh Al Khulafaur Rasyidin
Info : 8630166
Assalamualaikum. wr. wb.
Halo sobat media, bagi kamu2 yang haus akan sejarah Islam, kini akan diselenggarakan kajian sejarah Islam dan nonton bareng Film Umar Bin Khattab sebanyak 30 episode, yang Insya Allah akan dilaksanakan:
Mulai : 3 Muharram 1434 H (17 November 2012)
Penyelenggara : Pesantren Media
Program : Nonton Bareng Film 'UMAR BIN KHATHTHAB (sebanyak 30 episode) dengan 2 episode/malamnya
waktu : setiap jam 19.30 (kecuali malam jumat)
Tempat : Laladon Permai Bogor "Misbar"
Hidangan : Bandrek susu
GRATIS untuk UMUM
- Hiburan
- Pengajaran Sirah Nabawiyah & Tarikh Al Khulafaur Rasyidin
Info : 8630166
Thursday, 8 November 2012
News report Indonesian maids on sale
Iklan "Indonesian Maids on Sale" menjadi isu hangat di media satu minggu ini. Upaya kecaman dari pemerintah Indonesia dan Malaysia dipandang hanya kepura-puraan saja. Karena sebenarnya dehumanisasi telah terjadi sejak tahun 1970-an tidak hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia. Ini adalah akibat dari tidak bertanggung jawabnya pemerintah terhadap pengurusan masyarakatnya. Bagaimanakah Islam menjawab semua ini. Central Media Office bersama Hizbut Tahrir Indonesia menyelenggaran Seminar Tokoh Perempuan: Menjawab kontroversi iklan TKI on sale: Provokasi atau realitas dehumanisasi perempuan Indonesia? Selasa, 6 November 2012. Ruang Anggrek, Hotel Gren Alia Cikini, Jl. Cikini Raya no.46 Jakarta.
Monday, 15 October 2012
SPUM Edisi 2 Awas Hantu Liberalisme segmen 3
Assalamualaikum sobat media semua...
Yups... setelah segmen yang kedua, giliran SPUM segmen 3 nih yang mau nongkrong di depan kamu. di segmen yang ke3 ini, bakal dikenalin sama salah satu sobat kita yang masih SMA tapi dakwahnya bisa dibilang WOW hehe. nah, sobat kita ini juga ngomong tentang gimana sih liberalisme itu sampe dampaknya bagi remaja. emmm... jadi pengen tahu. yawdah si, kalo penasaran langsung ajah simak SPUM segmen 3 "Awas! Hantu Liberalisme"
Yups... setelah segmen yang kedua, giliran SPUM segmen 3 nih yang mau nongkrong di depan kamu. di segmen yang ke3 ini, bakal dikenalin sama salah satu sobat kita yang masih SMA tapi dakwahnya bisa dibilang WOW hehe. nah, sobat kita ini juga ngomong tentang gimana sih liberalisme itu sampe dampaknya bagi remaja. emmm... jadi pengen tahu. yawdah si, kalo penasaran langsung ajah simak SPUM segmen 3 "Awas! Hantu Liberalisme"
SPUM Edisi 2 Awas Hantu Liberalisme segmen 2
Assalamualaikum. wr.wb.
halo sobat media semua. nah, kali ini giliran SPUM bagian kedua yang nongol di blog ini. masih penasaran dunk gimana sih kelanjutan dari SPUM edisi "Awas, Hantu Liberalisme!". yaudah, ga usah lama-lama deh, langsung ajah kita simak bareng-bareng SPUM bagian kedua. cekidotz!
halo sobat media semua. nah, kali ini giliran SPUM bagian kedua yang nongol di blog ini. masih penasaran dunk gimana sih kelanjutan dari SPUM edisi "Awas, Hantu Liberalisme!". yaudah, ga usah lama-lama deh, langsung ajah kita simak bareng-bareng SPUM bagian kedua. cekidotz!
Selamat Menikmati!
Thursday, 11 October 2012
SPUM Edisi 2 Awas Hantu Liberalisme segmen 1
assalamualaikum. wr. wb.
Halloooo sobat media semua, apa kabarnya nih hari ini? mudah2an sehat wal afiat ya. aamiin. rasanya sudah lama ga ketemu sama sobat media semua. kali ini ada yang baru dari spum. SPUM? apaan sih itu? nah, kalo sobat media ada yang belum tau SPUM itu apa. Ku kasih sedikit bocoran deh. SPUM itu adalah salah satu nama program andalannya Muslimah Media Center diperuntukkan khusus buat kamu yang masih remaja. eits, sebenernya bukan cuma buat remaja sih, tapi yang masih punya jiwa remaja juga boleh ikutan liat SPUM. SPUM merupakan singkatan dari Speak Up Your Mind, acara dimana kamu bisa numpahin semua yang ada dipikiran dan perasaan kamu tentang isu yang hangat dibicarain. buat kamu yang ngaku gaul dan smart, coba deh simak spum edisi kali ini. biar gaul kamu lebih syar'i.
Selamat Menikmati dan Mengambil Ibrahnya ya, jangan lupa sebarkan ke sobat media yang kamu kenal.
Halloooo sobat media semua, apa kabarnya nih hari ini? mudah2an sehat wal afiat ya. aamiin. rasanya sudah lama ga ketemu sama sobat media semua. kali ini ada yang baru dari spum. SPUM? apaan sih itu? nah, kalo sobat media ada yang belum tau SPUM itu apa. Ku kasih sedikit bocoran deh. SPUM itu adalah salah satu nama program andalannya Muslimah Media Center diperuntukkan khusus buat kamu yang masih remaja. eits, sebenernya bukan cuma buat remaja sih, tapi yang masih punya jiwa remaja juga boleh ikutan liat SPUM. SPUM merupakan singkatan dari Speak Up Your Mind, acara dimana kamu bisa numpahin semua yang ada dipikiran dan perasaan kamu tentang isu yang hangat dibicarain. buat kamu yang ngaku gaul dan smart, coba deh simak spum edisi kali ini. biar gaul kamu lebih syar'i.
Check This Out!
Selamat Menikmati dan Mengambil Ibrahnya ya, jangan lupa sebarkan ke sobat media yang kamu kenal.
Saturday, 11 August 2012
HTI CHANNEL ON THE SPOT
" Perkaya skill untuk kemajuan Islam. HTI Channel Crew On The Spot. HTI Channel bekerja untuk melangsungkan kehidupan Islam"
MMC MHTI ON DIALOG MUSLIMAH
"Perkaya skill Multimedia untuk dakwah.
Muslimah Media Center MHTI bekerja untuk melangsungkan kehidupan Islam"
Thursday, 9 August 2012
Perjuangan Hizbut Tahrir Internasional (Indo Subt)
"Sesungguhnya kaum muslimin di seluruh dunia menginginkan ditegakkannya Khilafah yang akan melindungi mereka dari segala bentuk pejajahan. Kami datang Ya Allah tuk penuhi panggilan-Mu. Labbaik Allahumma Labbaik. Ada tiadanya kita dalam jalan dakwah ini, dakwah Islam dan kebangkitannya akan segera terjadi. tinggal kita memilih untuk berkontribusi dalam memenuhi kewajiban ini atau tidak. Sesungguhnya, Islam adalah lebih berharga dibandingkan segala yang ada di dunia. Sungguh merugi orang-orang yang menukar panggilan dakwah ini dengan dunia yang sesaat."
Friday, 3 August 2012
Thursday, 2 August 2012
Thursday, 26 July 2012
Marhaban Yaa Ramadhan, Marhaban Yaa Syahru Shiam
Alhamdulillah wa syukurillah senantiasa kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah mempertemukan kita kembali dengan bulan yang penuh dengan keberkahan dan limpahan kasih sayang-Nya, Bulan Ramadhan. Bulan dimana setiap detiknya adalah rahmat dan setiap ibadah yang kita lakukan dilipatgandakan pahalanya dengan seizin Allah tentu saja.
Marhaban Yaa
Ramadhan
Momen Ramadhan kali ini tentu saja kita menyambutnya dengan suka cita dan penuh kerinduan. Betapa tidak, Ramadhan adalah bulan yang didalamnya kita mencari limpahan pahala dan ampunan atas kesalahan yang telah kita lakukan. Allah SWT menyampaikan dalam QS Al Baqoroh: 183.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa”
(QS. Al Baqarah: 183)
(QS. Al Baqarah: 183)
Tujuan berpuasa adalah agar kta menjadi pribadi yang bertakwa. Takwa disini memiliki makna melaksanakan segala yang diperintah-Nya dan menjauhi segala apa yang dlarang-Nya. Dengan kata lain adalah menjadi muslim yang kaffah. muslim yang menyeluruh dan sempurna keislaman dan keimanannya. Titel Muslim kaffah ini menuntut kita untuk menjalankan syariah Allah diatas muka bumi dalam bentuk yang kaffah pula. yaitu dengan menerapkan sistem Islam dalam kehidupan, baik secara individu, keluarga, masyarakat juga negara. Dan bukan secara parsial dalam aspek tertentu saja semisal hanya mengambil aturan beribadahnya saja atau aturan berakhlak saja, melainkan kita harus menngambilnya secara komprehensif tanpa kecuali, mulai dari sistem sosial, pendidikan, ekonomi, hingga pemerintahan. Inilah makna Takwa yang sejati.
Namun, diantara suka cita menyambut ramadhan ini, kita umat Islam juga merasakan duka yang mendalam dan rasa perih yang begitu menyayat. Karena di negeri-negeri kaum muslim terutama di timur tengah, ternyata masih banyak kaum muslim yang menangis dan menderita lantaran melihat saudara-saudarinya dibantai oleh rezim yang represif pada warganya sendiri. Sebut saja di Tunisia, Mesir, Libya, Yaman, dan Suriah yang dipimpin oleh Bashar Al Assad, banyak sekali kaum muslim yang secara zhalim tanpa pandang apakah laki-laki, wanita, orang tua, ataupun anak-anak. Astaghfirullah.
Bukankah Rasulullah telah bersabda:
"Perumpamaan bagi orang-orang mukmin dalam kasih sayang bagaikan satu tubuh. Apabila satu anggota badan kita merintih kesakitan, maka sekujur tubuh akan merasakan panas dan demam"
(HR Muslim)
Pertanyaannya adalah, apakah kita sempat berpikir mengenai mereka? Apakah kita merasakan rasa sakit yang saat ini mereka derita? Sudah sepantasnya kita turut merasa tercabik-cabik saat saudara kita disana meregang nyawa dan sedih saat melihat seorang ibu yang meneteskan air mata dengan anaknya yang meninggal dunia di tangannya. Belum lagi, saudari-saudari kita yang harus menutup wajahnya malu karena telah dinodai oleh para tentara rezim Bashar al Assad. Ini adalah mimpi buruk. bukan hanya bagi kaum muslim di Suriah, tetapi juga kaum muslim di seluruh dunia. Dan di bulan Ramadhan ini, dimana seluruh doa diangkat dan diijabah, sudahkah kita menjadikan mereka bagian dari doa kita? tidak ada yang kita harapkan selain mimpi buruk ini segera berakhir.
"Ya Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang, Yang Maha Melindungi dan Menjaga bagi siapapun yang Engkau kehendaki. di BUlan yang penuh berkah ini, lindungilah dan jagalah saudar-saudara kami di Suriah, saudara-saudara kami, di Afganistan, saudara-saudara kami di Kirgistan, saudara-saudara kami di Pakistan, saudara-saudara kami, di Pattani, saudara-saudara kami di Myanmar, saudara-saudara kami di Poso, saudara-saudara kami di seluruh dunia dari segala bentuk kejahatan dan kezhaliman yang ditimpakan kepada mereka. dan semoga Engkau membangkitkan tentara-tentara kaum muslimin yang akan menjadi perisai, menjadi penjaga kehormatan umat Islam, tentara-tentara yang pemberani lagi tak gentar menyelamatkan mereka. dan semoga Engkau memberikan pertolongan kepada kami untuk mampu menegakkan kembali hukum-hukum-Mu dalam bentuk daulah Khilafah Islamiyyah 'ala Minhajin Nubuwwah yang kedua. yang dengannya kami berlindung. Kami yakin akan janji-Mu Ya Allah. Sesungguhnya janji-Mu adalah pasti dan sungguh pertolonganmu adalah dekat. Ya Allah kabulkanlah permohonan doa hamba-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pengabul doa. Amin"
Khilafah adalah kepemimipinan yang satu bagi seluruh kaum muslim seluruh dunia. yang dengannya mampu membebaskan kami, umat Islam dari segala bentuk penjajahan, penindasan, kezhaliman, penderitaan dan bentuk penghambaan dari selain Allah, Rabb seluruh alam. Saat ini, Sistem kapitalisme terbuki telah gagal dalam menyejahterakan umat, bahkan semakin memperpuruk kondisi umat. Sistem Kapitalisme dengan demokrasinya telah gagal menciptakan keamanan, kesejahteraan, dan Penjagaan terhadap kehormatan umat. Kemiskinan merajalela, Pengangguran dan kriminalitas semakin meningkat, pelecehan terhadap kaum muslim terjadi dimana-mana. Tidak mendapatkan keadilan dalam hukum, tidak mendapatkan pendidikan yang layak karena mahalnya biaya serta ketiadaan jaminan kesehatan yang layak dan tanpa syarat. sistem kapitalisme ini dengan segala kebobrokannya terbbukti telah gagal segagal-gagalnya.
Sistem kapitalisme dengan demokrasi inilah yang menjadikan saudara-saudara kita, di Kashmir, di Yaman, dan Somalia terus mengalirkan air mata di bulan ramdhan ini karena keluarga mereka yang dibantai ataupun ditangkap oleh pemerintahan mereka sendiri. banyak diantara mereka yang harus menyiapkan bukanlah pakaian baru, tetapi kain kafan untuk anggota keluarga mereka.
Wahai sobat media, saudara-saudariku se-aqidah...
Dalam Ramdhan ini, sertakan mereka dalam setiap doa kita dan berharaplah agar Allah melepaskan mereka dan kita kaum muslim seluruhnya dari segala bentuk kezhaliman, penderitaan, dan kesengsaraan. Berharaplah akan kembali tegaknya Khilafah Islam yang akan melindungi kita dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan kita. yang akan mengeluarkan kita kaum muslim dari kegelapan yang saat ini meliputi selama bertahun-tahun lamanya, kembali kepada cahaya, kejayaan dan persatuan kaum muslim. Berharaplah masa depan yang cerah dan gemilang sebentar lagi akan kita jelang sebagai umat yang satu.
Momen Ramadhan adalah momen yang tepat untuk itu. Momen yang tepat untuk kita senantiasa mendekatkan diri bertaqarrub pada Allah. Momen yang tepat untuk melakukan pengorbanan untuk kejayaan umat ini. Momen yang tepat untuk memanjatkan doa bagi saudara-saudara kita yang tertindas. Momen yang tepat untuk memohon kepada Allah akan tegaknya Khilafah Islamiyyah yang kita bersama rindukan. yang dengannya akan memuliakan Islam dan kaum muslim serta menghinakan siapa saja yang hendak merendahkan Islam dan kaum muslim.
Shahabah Ummar bin Khattab berkata:
"Allah memberi umat Islam kemuliaan dan kehormatan dengan Islam dan jika kita mencari kemuliaan dengan sistem selain Islam, maka Allah akan mempermalukan dan
menghinakan kita serendah-rendahnya."
Wahai sobat media...
Semoga ramadhan kali ini mengingatkan kita kembali kepada kewajiban kita untuk tunduk hanya kepada aturan Islam. Aturan sempurna yang telah Allah turunkan untuk seluruh manusia. dan memngingatkan kita untuk senantiasa berjuang untuk penegakkan kembali Khilafah yang kedua di bumi Allah. Semoga amal ibadah kita selama bulan ramadhan ini diterima dan dilipatgandakan pahala serta diberikan sebaik-baiknya kebaikan, yaitu surga. Insya Allah.
Video Marhaban Yaa Ramadhan
Selamat Menyaksikan
Mohon Maaf Lahir Batin^^
Thursday, 21 June 2012
Khilafah, Model Terbaik Negara yang Menyejahterakan
Reportase
Kamis, 21 Juni 2012, Hizbut Tahrir
Indonesia menyelenggarakan acara yang merupakan puncak dari berbagai acara yang
diselenggarakan di berbagai daerah. Acara yang dinamakan Konferensi Tokoh Umat
ini diadakan di Tennis Indoor Senayan, Ibukota Jakarta jantung Indonesia. Acara
ini dihadiri oleh para tokoh umat mulai dari para tokoh masyarakat, dosen,
pakar, mahasiswa, dan pengusaha. Peserta yang hadir kurang lebih berjumlah 4000
orang dan berasal dari berbagai penjuru kota Jabodetabek. Tema yang diangkat
pada acara kali ini adalah Khilafah, Model Terbaik Negara yang Menyejahterakan.
Peserta sangat antusias dalam mengikuti
acara ini. Takbir membahana di setiap sudut ruangan.
Acara ini dibagi menjadi 3 sesi,
masing-masing sesi disampaikan orasi oleh dua pembicara. Para pembicara
menyampaikan orasinya fokus mengenai permasalahan ekonomi dan bagaimana
Khilafah mampu menyelesaikan permasalahan ekonomi hingga ke akar-akarnya. Tidak
hanya permasalahan ekonomi, tetapi juga permasalahan politik dan sosial yang
dihadapi saat ini. Pembicara menyampaikan bahwa saat ini sistem yang diterapkan
oleh Indonesia dan negeri-negeri Islam adalah sistem yang rusak dan merusakkan.
Indonesia yang dianugerahkan oleh Allah sebagai negeri yang kaya. Kaya akan
sumber daya alam, baik yang ada di daratan maupun di lautan. Mulai dari barang
tambang hingga mutiara yang terkandung di lautan. Semua ada di Indonesia.
Namun, kenyataan pahit justru dialami oleh rakyatnya. Rakyat miskin di negeri
yang kaya. Sungguh ironi.
Solusi untuk lepas dari masalah yang
terjadi saat ini tiada lain adalah dengan menegakkan kembali Daulah Khilafah
Islamiyyah ‘ala min Hajjin Nubuwwah. Khilafahlah yang nanti akan mengelola
sumber daya alam yang dimiliki oleh negeri-negeri Islam yang hasilnya akan
dikembalikan untuk kesejahteraan dan kebahagiaan ummat dalam Daulah.
Khilafahlah yang akan mengatur seluruh warga negara baik muslim maupun non
muslim dengan menerapkan syariah Islam, yakni aturan yang bersumber dari Allah
SWT yang disampaikan oleh Rasulullah untuk seluruh ummat manusia. Karena Islam
adalah Rahmatan Lil ‘Alamin.
Sesungguhnya janji Allah itu adalah
dekat. Maka bersegeralah masuk ke dalam barisan dakwah ini untuk penegakkan
kembali Daulah Khilafah Islamiyyah.
Khilafah, Model Terbaik Negara yang
Menyejahterakan.
Reportase versi video dengan 3 bahasa,
yaitu bahasa Indonesia, Inggris dan Arab silakan lihat di bawah ini. atau klik langsung link berikut http://www.youtube.com/user/Moeslimedia.
Friday, 15 June 2012
JALAN BARU INTELEKTUAL MUSLIMAH [VISI PEMBEBAS GENERASI]
Semua bangsa tentu mendambakan lahirnya
generasi berkualitas demi kejayaan peradaban mereka. Mereka tentu mengupayakan
lahirnya generasi berkualitas, generasi
yang tidak hanya memiliki keahlian, melainkan juga memiliki kepribadian
istimewa yang ditunjukkan oleh integritas pada nilai-nilai kebenaran.
Kepribadian yang merupakan perwujudan pola pikir dan pola sikap yang benar dan
luhur. Generasi berkualitas akan membawa
negaranya menjadi negara besar, kuat, dan terdepan. Generasi yang tidak akan
menggadaikan negerinya diperas dan dijajah oleh penjajah asing demi untuk
memperkaya diri, keluarga, atau kelompoknya. Sebaliknya, akan berani dan rela
berkorban untuk melindungi negerinya dari cengkraman penjajahan dalam bentuk
apapun.
Buku ini
ditulis oleh Muslimah Intelektual di tengah keprihatinan terhadap kondisi generasi muda di Indonesia,
negeri dengan penduduk mayoritas muslim. Namun ajaran Islam yang luhur tidak
terlihat membentuk peradaban bangsa ini.
Yang lebih memprihatinkan, generasi mudanya pun ternyata mempertahankan budaya
yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur ajaran Islam.
Lihatlah fakta lahirnya generasi koruptor baru dari kalangan muda di
tengah mengguritanya kekuatan koruptor di semua sendi kehidupan di
Indonesia. Lihat juga fakta maraknya
tawuran pelajar dan demonstrasi mahasiswa yang didominasi oleh tindak
kekerasan, yang sejalan dengan fakta resahnya masyarakat akan semakin kuatnya
jaringan preman dan kejahatan bersenjata.
Belum lagi fakta lain yang menunjukkan
rendahnya ahlak generasi sepertihubungan
seks luar nikah, aborsi, pembunuhan
karena hal sepele, dan masih banyak fakta lain yang bisa disebut di sini. Lalu bagaimana langkah yang harus dijalani
untuk membebaskan generasi dari belenggu peradaban rendah saat ini?
Banyak pihak mengandalkan sektor pendidikan
untuk menyelesaikan masalah generasi ini dengan alasan pendidikanlah yang mampu
melahirkan generasi yang lebih baik, atau karena pendidikan adalah pilar
peradaban. Pendapat seperti ini tidak sepenuhnya keliru, namun memiliki
beberapa kelemahan seperti uraian di
bawah ini:
1.
Kehidupan bermasyarakat dan bernegara adalah sekolah besar bagi generasi
Pendidikan
akan membangun dasar kepribadian dan mengkristalkan nilai-nilai luhur peradaban
dalam kepribadian generasi. Proses
pendidikan tersebut tidak hanya terjadi di dalam keluarga dan sekolah, tetapi
juga terjadi ditengah-tengah kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Nilai-nilai
yang disampaikan kepada generasi melalui keluarga dan
masyarakat seharusnya disampaikan
juga dan dikristalkan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Bukan malah
sebaliknya, dihancurkan ketika generasi mulai masuk dalam partai politik,
pemerintahan, lembaga-lembaga perekonomian, atau berbagai sektor lain, karena
ternyata nilai atau pemikiran mendasar yang membangun sektor-sektor kehidupan
itu ternyata berasal dari peradaban yang rendah.
Pembebasan
generasi dari belenggu peradaban yang rendah seharusnya tidak hanya dilakukan melalui
lembaga-lembaga pendidikan formal, informal, maupun non formal saja. Tapi pada saat yang sama seharusnya juga
dilakukan melalui perbaikan nilai-nilai/pemikiran mendasar yang membangun
kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Karena itu, pada BAB PENDAHULUAN buku ini dipaparkan bagaimana mewujudkan KEBANGKITAN
GENERASI, yakni MENTRANSFORMASI
GENERASI TERPURUK MENUJU GENERASI CEMERLANG. Kemudian dilanjutkan pada BAB I yang memaparkan bagaimana BANGUNAN DASAR
PEMIKIRAN GENERASI DALAM SISTEM ISLAM akan dibentuk. Sebuah rambu-rambu
berpikir dalam ajaran Islam, yang melahirkan cara berpikir yang melahirkan
peradaban Islam. Berikutnya pada BAB
II lebih detil dijelaskan gambaran KESELARASAN DAN KEUNGGULAN PILAR SISTEM POLITIK DAN EKONOMI ISLAM DALAM
MEWUJUDKAN KEMANDIRIAN BANGSA yang sangat dibutuhkan DALAM MELAHIRKAN GENERASI
CEMERLANG. Kemudian
dilakukan
komparasi antara konsep sistem Islam dengan sistem Sekuler-Kapitalisme yang
tegak hari ini, dalam dua pilar utama sistemnya dalam kehidupan bermasyarakat
dan bernegara, yaitu KOMPARASI ANTARA SISTEM POLITIK ISLAM DENGAN SISTEM
POLITIK DEMOKRASI pada BAB III, dan KOMPARASI
ANTARA SISTEM EKONOMI ISLAM DENGAN SISTEM
EKONOMI KAPITALISME
pada BAB IV. Diharapkan para
pembaca, dengan melakukan
komparasi tersebut, bisa dengan lebih mudah memahami keunggulan
pemikiran dan konsep pembangun peradaban
Islam dibandingkan konsep
sekuler-kapitalisme yang tegak hari ini, dengan lebih obyektif karena
merunutnya sejak dalam tataran konsep. Dan semoga
bisa menjadi inspirasi bagi semua pembaca untuk melahirkan langkah perbaikan.
2.
Pendidikan tidak akan terlepas dari aturan perundang-undangan yang lahir
dari sistem politik dan kualitasnya
tidak akan pernah terlepas dari kemampuan pembiayaan pendidikan yang
ditentukan oleh pengelolaan sistem ekonomi.
Konsep
pendidikan yang sebaik apa pun tidak akan pernah bisa direalisasikan apabila
perundang-undangan yang ada tidak sejalan dengan konsep pendidikan yang baik
tersebut. Misalnya apabila perundang-undangan
tentang guru, kurikulum, sarana dan prasarana tidak sejalan dengan konsep
pendidikan terbaik, tentu saja pendidikan terbaik tidak akan teralisasi.
Karenanya pendidikan sangat membutuhkan dukungan sistem politik yang baik.
Demikian pula realisasi pendidikan berkualitas mutlak membutuhkan biaya.
Karenanya dibutuhkan pengelolaan ekonomi yang baik agar negara bisa membiayai
pendidikan yang berkualitas.
Melalui
buku ini, setelah membaca BAB II,
III dan IV, diharapkan pembaca juga bisa mendapatkan gambaran kekuatan sistem
politik dan ekonomi Islam, dan keselarasan
diantara dua pilar sistem tersebut
dalam menopang dunia pendidikan. Untuk memperjelas gambaran bagaimana interaksi antara sistem pendidikan
sebagai salah satu sub sistem yang dilahirkan dengan sub sistem lainnya dalam
melahirkan generasi cemerlang,
maka pada BAB V, VI, dan VII digambarkan secara ringkas SISTEM PENDIDIKAN ISLAM,
SISTEM PERADILAN ISLAM,
SISTEM PERGAULAN ISLAM,
DAN PENGATURAN MEDIA MASSA DALAM ISLAM; semua sektor yang memiliki kontribusi
penting dalam proses pendidikan dan lahirnya generasi
cemerlang. Pemaparan yang dilakukan
tidak dalam tataran detil hingga teknis aplikatifnya, namun hanya gambaran
global untuk memberikan inspirasi sekaligus menjadi tantangan bagi para intelektual muslim negeri ini
untuk menerjemahkannya dalam sebuah konsep kebijakan sub sistem yang siap
diaplikasikan ketika perangkat supra
sistemnya (sistem khilafah) tegak.
Selanjutnya, karena buku ini ditujukan khususnya bagi
para intelektual muslimah, sebagai sebuah penawaran jalan baru bagi mereka
untuk berkarya dan melahirkan generasi cemerlang maka pada BAB IX
dibahas BAGAIMANA PERAN INTELEKTUAL MUSLIMAH DALAM UPAYA MEMBEBASKAN
GENERASI dari belenggu keterpurukan yang sedang melanda generasi muda
muslim di seluruh dunia. Di akhir buku ini, sedikit diperkenalkan PROFIL
MUSLIMAH HIZBUT TAHRIR INDONESIA sebagai kelompok yang menyerukan jalan
baru ini kepada seluruh masyarakat, utamanya kaum muslimah dan para
intelektual.
Sebagai sebuah buku yang lahir dari keprihatinan Muslimah
Hizbut Tahrir Indonesia terhadap kondisi generasi penerus, melalui buku ini
Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia berharap bisa memberikan sumbangsih bagi
perbaikan generasi muda muslim tidak hanya di Indonesia, namun juga dalam tataran
global dunia yang juga menghadapi problem generasi yang tidak jauh berbeda.
Karena Muslimah HTI melihat bahwa upaya perbaikan
tersebut bukanlah hal yang berkaitan dengan urusan teknis semata, namun bermula
dari perbaikan skala filosofis konseptual yang menyelesaikan akar masalah yaitu
permasalahan yang muncul hari ini dimulai dari kesalahan menempatkan siapa
pihak yang memiliki otoritas untuk membuat peraturan hingga menyebabkan
terjadinya kerusakan generasi yang sistemik, maka buku ini memang lebih banyak berisi hal-hal yang sifatnya filosofis
konseptual. Jika diperlukan hal-hal lain yang sifatnya lebih teknis dan
aplikasi, maka mudah-mudahan buku ini dapat menginspirasi intelektual muslimah
lain untuk memberikan karya terbaiknya bagi pembebasan generasi menuju
peradaban yang mulia.
Demikianlah, buku ini
berupaya menggambarkan bahwa membangun peradaban yang tinggi dan luhur,
membutuhkan visi yang komprehensif, visi yang ideologis. Visi yang kemudian
harus mewarnai semua sektor kehidupan bermasyarakat dan bernegara, agar
terwujud lingkungan kondusif bagi lahirnya generasi berkualitas. Membangun peradaban yang tinggi dan luhur tidak bisa sekedar
mengadopsi ilmu pengetahuan dan teknologi terbaik disertai pendidikan moral
atau iman takwa yang
parsial kepada
generasi di keluarga dan di sekolah. Mudah-mudahan buku ini bisa memberi
inspirasi bagi para intelektual di semua bidang untuk berjuang bersama, bahu-membahu melahirkan generasi cemerlang yang akan
mewujudkan negara
yang besar, mandiri,
kuat
dan terdepan.
Iklan Buku Jalan Baru Muslimah (Visi Pembebas Generasi) versi video bisa dilihat di bawah ini.
Monday, 11 June 2012
Sistem Ekonomi Kapitalis VS Sistem Ekonomi Islam
Assalamu'alaikum wahai sahabat media, berikut ini beberapa video yang sudah diupload di Moeslimedia on you tube. salah satu diantaranya adalah mengenai sistem ekonomi kapitalis dan sistem ekonomi islam. sistem ekonomi kapitalisme saat ini sudah terlihat kebobrokannya. dimana sistem ini membuat yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin sengsara. sistem yang berbasis kepada riba dengan banknya dan sektor non riilnya membuat kesenjangan antara yang kaya dan yang miskin semakin besar.
sulit sekali rasanya hidup di bawah sistem kapitalis ini. semua diukur dengan materi karena memang pandangan hidup sistem ini hanyalah untuk materi dan kesenangan hidup semata. kesejahteraan hidup hanya diukur dari rata-rata pendapatan masyarakat di suatu negara, bukan dilihat secara individu. dan fakta-fakta lain bisa dilihat di video berikut ini.
Berbeda dengan Islam, sistem ekonomi Islam adalah sistem yang khas dan unik dimana berdiri atas basis akidah Islam. sistem ekonomi Islam memiliki suatu mekanisme tersendiri untuk mengatur pemasukan negara berikut pengeluarannya. Sistem ekonomi Islam melihat kesejahteraan masyarakat per individu bukan rata-rata, sehingga Islam akan berusaha memenuhi kebutuhan pokok masyarakatnya yang meliputi kebutuhan pangan, sandang, papan, kesehatan, pendidikan, dan keamanan untuk setiap warga negaranya. warga negara Daulah Islamiyyah atau Khilafah Islamiyyah bukan hanya kaum muslim tapi juga kaum non muslim selama mereka mau tunduk kepada sistem Islam dalam aturan publiknya. keterangan dan gambaran lebih jelas dapat dilihat dalam video sistem ekonomi islam berikut ini.
untuk mengetahui video apa saja yang telah diupload. sahabat media bisa langsung klik disini. Semoga video-video yang tela diupload bisa memberikan gambaran yang jelas mengenai kesempurnaan Islam dan bermanfaat bagi yang membutuhkan. Silahkan sebarkan video-video tersebut di semua jejaring sosial yang sahabat media punya. Allah berfirman dalam QS Ali Imran:195-" Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal diantara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain..."
Wallahualam bishshowwab.
sulit sekali rasanya hidup di bawah sistem kapitalis ini. semua diukur dengan materi karena memang pandangan hidup sistem ini hanyalah untuk materi dan kesenangan hidup semata. kesejahteraan hidup hanya diukur dari rata-rata pendapatan masyarakat di suatu negara, bukan dilihat secara individu. dan fakta-fakta lain bisa dilihat di video berikut ini.
Berbeda dengan Islam, sistem ekonomi Islam adalah sistem yang khas dan unik dimana berdiri atas basis akidah Islam. sistem ekonomi Islam memiliki suatu mekanisme tersendiri untuk mengatur pemasukan negara berikut pengeluarannya. Sistem ekonomi Islam melihat kesejahteraan masyarakat per individu bukan rata-rata, sehingga Islam akan berusaha memenuhi kebutuhan pokok masyarakatnya yang meliputi kebutuhan pangan, sandang, papan, kesehatan, pendidikan, dan keamanan untuk setiap warga negaranya. warga negara Daulah Islamiyyah atau Khilafah Islamiyyah bukan hanya kaum muslim tapi juga kaum non muslim selama mereka mau tunduk kepada sistem Islam dalam aturan publiknya. keterangan dan gambaran lebih jelas dapat dilihat dalam video sistem ekonomi islam berikut ini.
untuk mengetahui video apa saja yang telah diupload. sahabat media bisa langsung klik disini. Semoga video-video yang tela diupload bisa memberikan gambaran yang jelas mengenai kesempurnaan Islam dan bermanfaat bagi yang membutuhkan. Silahkan sebarkan video-video tersebut di semua jejaring sosial yang sahabat media punya. Allah berfirman dalam QS Ali Imran:195-" Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal diantara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain..."
Wallahualam bishshowwab.
Tuesday, 5 June 2012
Langkah-langkah kami takkan pernah terhenti
acara demi acara kan selalu lammi gelar
karena kami yakin satu hal
bahwa kemenangan akan segera datang
acara demi acara kan selalu lammi gelar
karena kami yakin satu hal
bahwa kemenangan akan segera datang
Konferensi Khilafah Internasional
You must watch this!
Sunday, 13 May 2012
MENGEMBALIKAN KIBLAT INTELEKTUAL MUSLIMAH KEPADA PERADABAN ISLAM
Dunia pendidikan kita saat ini tidak dapat
dipungkiri sangat berkiblat pada Barat. Mulai dari konten kurikulum sampai
pembentukan kepribadian generasi acuannya adalah peradaban Barat. Silaunya
kalangan intelektual terhadap peradaban Barat ini menjadikan pemikiran Barat
sering diasumsikan selalu benar untuk diambil sebagai sumber solusi bagi
persoalan-persoalan yang dihadapi bangsa ini termasuk dalam hal mencetak
generasi berkualitas. Bagi mereka, kemajuan dan kebangkitan bangsa hanya bisa
diraih dengan meniru Barat.
Indonesia adalah negeri dengan mayoritas
penduduknya muslim. Bagi seorang muslim, sumber solusi bagi setiap persoalan
kehidupannya hanyalah Islam, termasuk dalam bidang pendidikan. Sistem
pendidikan Islam yang ditopang dengan sistem politik dan ekonominya diyakini mampu menghantarkan bangsa ini menuju
cita-cita besar pendidikannya yaitu lahirnya generasi cemerlang, generasi
berkualitas yang menopang bangsanya menuju bangsa mandiri, kuat dan terdepan.
Oleh karena itu, sudah seharusnya intelektual muslimah kembali mengacu kepada
solusi Islam dan menjadikannya sebagai arus perjuangan. Intelektual muslimah
harus mengambil bagian dalam perjuangan ini karena perempuan di mata Islam
memiliki peranan strategis bagi lahirnya generasi brkualitas, baik karena
perannya sebagai ibu dari anak-anaknya di rumah (ummun wa robbatul bait)
maupun sebagai ibu generasi (ummu ajyal). Di tangan kaum perempuan lah
generasi terbaik atau khairu ummah akan terbentuk sebagaimana firman Allah Swt dalam QS. Ali Imron: 110
Meski demikian, agenda perjuangan intelektual
untuk mewujudkan visi politik yang benar selayaknya tidak hanya berhenti pada
perbaikan kebangsaan saja. Sense perbaikan ini seharusnya meluas kepada sense perjuangan global untuk menyelamatkan dunia dari ancaman lost generation dan lahirnya generasi
cemerlang pemimpin peradaban besar dan mulia.
Oleh karena itu, Muslimah Hizbut Tahrir
Indonesia dalam Konferensi Intelektual Muslimah untuk Bangsa pada 20 Mei 2012
di Wisma Makara, UI mendatang mengundang Dr. Nazreen Nawaz yang merupakan Media Representative Hizbut Tahrir sebagai salah satu pembicara. Dr. Nazreen Nawaz yang memiliki
banyak pengalaman dalam pergolakan pemikiran di Barat khususnya di Inggris akan
memaparkan bagaimana Barat sendiri sebenarnya mengalami kegagalan dalam upaya
membentuk generasi berkualitas yang mereka harapkan. Sehingga sudah saatnya
intelektual muslimah meninggalkan kekagumannya pada Barat dan kembali berkiblat
pada Islam dengan menjadikannya sebagai agenda global perjuangan bersama Hizbut
Tahrir dalam rangka mewujudkan visi politik bagi tata dunia baru yang rahmatan lil ‘alamin, yaitu Khilafah Islamiyyah.
Intellectual Speech KIMB :
1. Faizatul Rosyidah (Lajnah Khusus Intelektual
MHTI)
[Melahirkan Generasi Islami dengan Sistem Pendidikan Islam]
2. Iffah Ainur Rachmah (Juru Bicara Muslimah HTI)
[Keunggulan Sub Sistem Kehidupan Islam dalam Menjaga
Kecemerlangan Generasi – (Pergaulan, Media dan Peradilan) ]
3. Nida Sa’adah (Pengamat Ekonomi MHTI)
[Rancangan Perubahan Ekonomi untuk Generasi Berkualitas]
4. Siti Muslikhati, M.Si (Pengamat Politik MHTI)
[Rancangan Perubahan Politik untuk Generasi Berkualitas]
5. Zidniy Sa’adah (Ketua Lajnah Intelektual MHTI)
[Keselarasan Pemikiran Politik Ekonomi dalam Melahirkan Generasi
Cemerlang]
6. Ummu Fadhillah (Ketua DPP Muslimah Hizbut Tahrir
Indonesia)
[Peran Strategis Intelektual Muslimah dalam Melahirkan Generasi
Cemerlang]
7. Dr. Nazreen Nawaz (Women Media Representative of
Hizbut Tahrir)
[Visi Perjuangan Global Membebaskan Generasi bersama Muslimah
Hizbut Tahrir]
Teaser Konferensi Intelektual Muslimah oleh Mahasiswa
Teaser Konferensi Intelektual Muslimah oleh Pakar
Info lebih lanjut:
Monday, 7 May 2012
Menjadi Mahasiswa Berprestasi Dunia Akhirat
by Nay Beiskara
Kampus memang tempatnya
menimba ilmu dan pastinya tempat tuk meraih prestasi. Baik itu prestasi
akademik maupun non akademik. Oleh karena itu, banyak sekali mahasiswa yang
berlomba-lomba untuk ikut dalam berbagai kompetisi, baik yang di adakan di
internal kampus semisal mengikuti lomba karya tulis ilmiah, Mapres (Mahasiswa
Berprestasi) dan lomba debat maupun yang diadakan eksternal kampus, semisal
lomba yang diadakan oleh Dikti, kampus lain ataupun Institusi pendidikan
lainnya. Dan ternyata tidak sedikit dari teman-teman kampus yang berhasil
menjadi juara dalam kompetisi semacam itu lho... Apa kamu salah satunya?
Namun dewasa ini, banyak
dari kita yang menganggap bahwa prestasi itu hanya sebatas nilai yang tinggi, IPK
(Indeks Prestasi Kumulatif) yang tinggi, dan mampu meraih penghargaan pada
kompetisi tertentu, betul ga? Padahal tidak semua yang berprestasi bisa diukur
dari nilai alias angka di atas kertas lho. Banyak orang yang sudah
membuktikannya. Kadangkala kita menemui ada mahasiswa yang pada saat kuliah dia
mendapatkan nilai yang biasa-biasa saja, IPKnya dua koma alhamdulillah, namun
ketika dia selesai kuliah dan terjun ke dunia bisnis dia menjadi orang yang
berhasil. Ada pula orang yang pada saat kuliah dia terkenal cerdas, selalu
mendapatkan nilai tertinggi, dan IPK cumlaude, namun dia hanya bisa menjadi
seorang bawahan yang prestasi kerjanya biasa saja.
Selain itu, kita juga
banyak sekali menemukan orang yang cerdas memiliki peringkat tertinggi di
kelasnya, tetapi dia sombong dan tidak mau berbagi ilmu dengan temannya yang
lain. Dengan kata lain kecerdasan dan prestasi tidak berbanding lurus dengan
kualitas moral yang baik. Nah kalau begitu, apa sih sejatinya makna prestasi?
Dan bagaimanakah mahasiswa yang berprestasi itu?
Prestasi secara umum bisa
diartikan sebagai hasil belajar, mempelajari, dan memahami segala sesuatu. Ada
juga yang mengartikan sebagai hasil capai kesuksesan yang kita peroleh dari
usaha yang kita lakukan dalam meraih sesuatu. Sedangkan mahasiswa berprestasi
disebutkan dalam panduan pemilihan mahasiswa berprestasi yang dikeluarkan oleh
Komisi Pendidikan Nasional, berarti mahasiswa yang berhasil mencapai prestasi
tinggi, baik akademik maupun non akademik, mampu berkomunikasi dengan bahasa
Indonesia dan bahasa Inggris, dan bersikap positif. Sebagai contoh, seorang
mahasiswa yang belajar dengan bersungguh-sungguh ketika akan menghadapi ujian hingga
akhirnya mendapatkan hasil yang terbaik. Contoh lain saat seorang mahasiswa
mempresentasikan karya tulisnya. Kemudian dia berhasil memenangkan kompetisi
karya tulis ilmiah tersebut. Itulah beberapa contoh arti prestasi dan mahasiswa
yang berprestasi secara sederhana. Namun, apakah sudah cukup?
Prestasi sebagai hasil
belajar dan memahami sesuatu mengandung arti apa yang telah dipelajari dan
dipahami itu berpengaruh dalam sikapnya seperti peribahasa padi yang semakin
berumur semakin merunduk dan yang tidak kalah penting adalah bermanfaat bagi
orang-orang yang ada di sekitarnya. Pertanyaan selanjutnya adalah cukupkah kita
ketika sudah dikatakan berprestasi di mata manusia? Jawabannya pasti tidak.
Sebagai seorang muslim yang kebetulan mahasiswa, tentunya berprestasi di
hadapan Allah Sang Pencipta Manusia dan berhasil meraih keridhoan-Nya adalah
dambaan dan tujuan semua muslim. Allah sendiri telah berfirman dalam Quran
Surat Ali Imran [110]: “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk
manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar dan beriman
kepada Allah. Sekiranya Ahhli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi
mereka, diantara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah
orang-orang fasik”
Allah telah memberikan
kita kaum muslim predikat sebagai umat yang terbaik. Umat yang berprestasi.
Bukan hanya berprestasi di dunia tetapi juga untuk akhirat. Rasulullah pun
sebagai teladan kita adalah sosok yang sangat mencintai prestasi. Dalam setiap
perbuatan yang Rasulullah lakukan sangat terjaga mutunya dan mempesona
kualitasnya. Misalnya shalat yang beliau lakukan adalah shalat yang prestatif
artinya sangat menjaga kekhusyuannya. Belum lagi dalam masalah strategi perang
dan pengurusan rakyat Madinah kala itu. Para sahabat yang notabenenya hasil
pembinaan Rasul juga memiliki prestasi yang gemilang. Sebut saja Mushab Bin
Umair yang diutus Rasul untuk mengajarkan Islam di Madinah. Hanya dalam waktu
satu tahun, Mushab mampu membuat opini Islam menyebar di seluruh Madinah hingga
dikatakan tidak satupun rumah di sana yang tidak membicarakan Islam dan
Rasulullah. Dan mungkin kita masih ingat Muhammad Al Fatih yang mampu
menaklukkan Kota Konstantinopel pada saat beliau berusia 21 tahun, beliau dan
pasukannya mendapatkan predikat sebagai pemimpin dan pasukan terbaik.
Rasulullah dan para
sahabat sudah memberikan kita cukup bukti bagaimana dalam setiap perbuatan yang
dilakukan, beliau-beliau mampu melahirkan prestasi dengan tidak meninggalkan
aspek tujuan dan kualitas/mutu dari perbuatan. Artinya setiap perbuatan jelas
tujuannya dan langkah-langkah agar tujuannya tercapai juga jelas. Sedang
motivasi yang ada hanyalah motivasi ruhiyah yang berasaskan aqidah Islam. Sudah
sunnatullahnya bahwa orang-orang yang mendapatkan predikat terbaik adalah
mereka yang paling berkualitas dalam amal perbuatannya. Baik dalam urusan dunia
maupun akhirat.
Begitulah gambaran
Muslim prestatif. Dia tidak hanya mencukupkan diri berprestasi di hadapan manusia,
tetapi juga berusaha untuk berprestasi di hadapan Allah. Nah, bila kita ingin
menjadi muslim dan mahasiswa yang berprestasi, berarti kita tidak boleh
mencukupkan diri hanya dengan mendapatkan peringkat tertinggi, IPK terbaik, dan
predikat memuaskan, tetapi juga harus berprestasi di mata Allah. Bagaimana
caranya? Belajar adalah kuncinya. Bukan hanya mempelajari ilmu pengetahuan dan
teknologi, tetapi juga mempelajari Islam, mendalami Islam, melaksanakan Islam
dalam kehidupan, dan menyebarkan Islam. Insya Allah, kesejahteraan di dunia dan
keridhoan-Nya pun akan kita dapatkan. Wallahu a'lam Bish showwab.
Monday, 26 March 2012
Ideological Switch
[Isniani Muftiarsari, S.Si.]
Ada sebuah pertanyaan menarik. Mungkinkah terbentuk seseorang yang bertaqwa dan berideologi Islam dari sistem kapitalisme saat ini? Kita sama-sama tahu bahwa suatu sistem kehidupan, yang lahir dari ideologi tertentu, akan melahirkan orang-orang yang menganut ideologi tersebut dan memiliki kepribadian yang sejenis. Sistem Islam akan melahirkan muslim-muslim yang berideologi Islam, dengan akidah yang mengakar kuat, kepribadian yang luhur, senantiasa berperilaku sesuai dengan hukum syara, bahkan menjadi pembela-pembela ideologi Islam. Pun dengan sistem Kapitalisme, akan melahirkan diri-diri yang serba materialistis, dengan pemikiran liberal dan pragmatis, bahkan mungkin menjadi pejuang-pejuangnya dimanapun dia berada.
Pertanyaan di atas muncul ketika umat Islam di dunia ini hidup bukan di dalam sistem Islam, melainkan Kapitalisme. Beragam pemikiran asing sudah mengalir dalam darah kaum muslimin, dari hal terkecil dalam masalah individu, hingga hal terbesar dalam perkara negara. Jangankan menjadi penganut taat, mereka tak lagi mengenali Islam itu sendiri. Semuanya bercampur aduk. Nah, lantas apa mungkin, dalam kondisi seperti ini, bisa lahir muslim dengan kualitas seperti layaknya dia hidup dalam sistem Islam?
Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, saya ingin menceritakan sesuatu. Di dalam tumbuhan, terdapat suatu proses pembentukan sel kelamin jantan, yang disebut mikrosporogenesis. Dari proses inilah akan terbentuk polen, atau serbuk sari yang biasa kita jumpai pada bunga. Secara normal, sel induk polen akan mengalami dua kali meiosis dan membentuk empat sel mikrospora. Masing-masing mikrospora ini akan membelah secara mitosis sebanyak dua kali. Mitosis pertama menghasilkan dua sel, vegetatif dan generatif. Pada mitosis kedua, hanya sel generatif yang membelah menjadi dua sel sperma, sementara sel vegetatif berperan dalam memastikan sel sperma dapat melakukan fertilisasi/pembuahan. Mekanisme ini pasti terjadi, dengan regulasi gen tertentu, pada tumbuhan. Jika tidak, tentunya tidak akan kita temukan buah-buahan sebagai hasil fertilisasi ini. Selanjutnya, semua pasti mengetahui biji ddari buah-buahan ini jika ditanam akan menghasilkan tanaman yang baru.
Lantas apa hubungannya dengan pertanyaan di awal tulisan tadi?
Manusia kemudian menemukan suatu mekanisme lain yang unik, yaituAndrogenic Switch. Proses ini membelokkan jalur perkembangan mikrospora pada mitosis pertama, yang seharusnya menjadi dua sel yakni vegetatif dan generatif, menjadi dua sel vegetatif saja. Setelah itu, mereka mengalami mitosis lagi dan lagi sehingga menjadi multiseluler, akhirnya menjadi embrio. Embrio ini akan berkembang menjadi tanaman tersendiri, yaitu tanaman haploid yang mempunyai jumlah kromosom setengah dari tanaman normal (sepertinya hal ini tidak perlu dibahas lebih lanjut, tetapi tanaman haploid ini sangat penting dalam pembentukan benih unggul tanaman). Pada akhirnya kedua proses ini, baik mikrosporogenesis dan androgenesis, akan menghasilkan tanaman yang sama, meski berbeda sifat.
Sama saja dengan pembentukan kepribadian seseorang. Secara “normal”, hanya orang-orang yang serba liberal kapitalistik yang akan lahir dari sistem Kapitalisme. Tetapi, dapat lahir pula muslim-muslim yang taat, mengemban ideologi Islam, termasuk menjadi garda terdepan perjuangan penerapan sistem Islam. Di sini terjadi Ideological Switch. Bagaimana mungkin?
Androgenic Switch dipicu oleh cekaman, baik berupa cekaman suhu di atas dan bawah normal, senyawa kimia, tekanan osmotik, dan sebagainya. Setelah itu, karena proses ini membutuhkan kerja laboratorium, perlakuan lain diberikan pada bunga jantan atau bagiannya, yakni dengan kultur jaringan, untuk meningkatkan kadar induksi androgenesis sekaligus memastikannya tumbuh dan berkembang menjadi tanaman. Dapat diberikan senyawa organik, hormon, perlakuan suhu lagi, dan lain-lain, serta dipelihara pada kondisi tertentu. (Sekali lagi, pembahasan ini dapat terlalu mendalam dan agak menyulitkan bagi yang tidak pernah atau jarang mempelajari biologi tumbuhan). Begitu pula Ideological Switch, tidak mungkin terjadi jika muslim-muslim yang terjebak dalam sistem Kapitalisme sejak lahir, tidak menjalani “cekaman” berupa pemikiran rasional yang cemerlang tentang kehidupan, untuk menganut ideologi Islam. Tidak mungkin pula terbentuk menjadi para pengembannya, jika tidak “terpelihara” secara keimanan dan pemikiran.
Jadi, jawabannya adalah SANGAT MUNGKIN. Oleh karena itulah, penting bagi para pengemban dakwah Islam ideologis untuk terus menularkan “cekaman” pada kaum muslimin. Kemudian benar-benar menjaga ideologi ini tetap terinternalisasi dalam diri kita dan jamaah. Hal ini adalah perkara yang tidak dapat ditawar-tawar karena kita tentu ingin mewujudkan sistem Islam dalam kehidupan kita. Sehingga kita pun tidak perlu bersusah payah, membanting tulang, memeras keringat, mengorbankan pikiran, tenaga, harta, bahkan jiwa (terlepas dari bahwa perjuangan tersebut sangat besar nilainya di sisi Allah Swt), untuk memastikan anak cucu kita, generasi umat Islam di masa depan, menjadi orang-orang yang berkepribadian Islam yang tinggi.
Analogi di atas hanyalah suatu analogi, tidak bisa selalu disetarakan dengan realita yang sedang dianalogikan dalam segala sisi. Tetapi semoga bisa sedikit menggambarkan bahwa kondisi saat ini berada di dalam lingkaran yang kita kuasai, bisa kita ubah. Apalagi jika kita ingat kembali bahwa sungguh Allah Swt telah menjanjikan kemenangan dan tegaknya kembali Islam di muka bumi. Betapa pertolongan Allah Swt itupun sangat dekat.





