Monday, 3 December 2012

Teaser audio KONFERENSI REMAJA ISLAM fanpages

TRAILER KONFERENSI REMAJA ISLAM; PESAN REMAJA KENDARI

Thursday, 15 November 2012

Woro woro....

Assalamualaikum. wr. wb. 

Halo sobat media, bagi kamu2 yang haus akan sejarah Islam, kini akan diselenggarakan kajian sejarah Islam dan nonton bareng Film Umar Bin Khattab sebanyak 30 episode, yang Insya Allah akan dilaksanakan:

Mulai : 3 Muharram 1434 H (17 November 2012)
Penyelenggara : Pesantren Media
Program : Nonton Bareng Film 'UMAR BIN KHATHTHAB (sebanyak 30 episode) dengan 2 episode/malamnya
waktu : setiap jam 19.30 (kecuali malam jumat)
Tempat : Laladon Permai Bogor "Misbar"
Hidangan : Bandrek susu

GRATIS untuk UMUM
- Hiburan
- Pengajaran Sirah Nabawiyah & Tarikh Al Khulafaur Rasyidin

Info : 8630166

Thursday, 8 November 2012

News report Indonesian maids on sale


Iklan "Indonesian Maids on Sale" menjadi isu hangat di media satu minggu ini. Upaya kecaman dari pemerintah Indonesia dan Malaysia dipandang hanya kepura-puraan saja. Karena sebenarnya dehumanisasi telah terjadi sejak tahun 1970-an tidak hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia. Ini adalah akibat dari tidak bertanggung jawabnya pemerintah terhadap pengurusan masyarakatnya. Bagaimanakah Islam menjawab semua ini. Central Media Office bersama Hizbut Tahrir Indonesia menyelenggaran Seminar Tokoh Perempuan: Menjawab kontroversi iklan TKI on sale: Provokasi atau realitas dehumanisasi perempuan Indonesia? Selasa, 6 November 2012. Ruang Anggrek, Hotel Gren Alia Cikini, Jl. Cikini Raya no.46 Jakarta.    

Monday, 15 October 2012

SPUM Edisi 2 Awas Hantu Liberalisme segmen 3

Assalamualaikum sobat media semua...

Yups... setelah segmen yang kedua, giliran SPUM segmen 3 nih yang mau nongkrong di depan kamu. di segmen yang ke3 ini, bakal dikenalin sama salah satu sobat kita yang masih SMA tapi dakwahnya bisa dibilang WOW hehe. nah, sobat kita ini juga ngomong tentang gimana sih liberalisme itu sampe dampaknya bagi remaja. emmm... jadi pengen tahu. yawdah si, kalo penasaran langsung ajah simak SPUM segmen 3 "Awas! Hantu Liberalisme"




SPUM Edisi 2 Awas Hantu Liberalisme segmen 2

Assalamualaikum. wr.wb.

halo sobat media semua. nah, kali ini giliran SPUM bagian kedua yang nongol di blog ini. masih penasaran dunk gimana sih kelanjutan dari SPUM edisi "Awas, Hantu Liberalisme!". yaudah, ga usah lama-lama deh, langsung ajah kita simak bareng-bareng SPUM bagian kedua. cekidotz!


Selamat Menikmati!



Thursday, 11 October 2012

SPUM Edisi 2 Awas Hantu Liberalisme segmen 1

assalamualaikum. wr. wb.

Halloooo sobat media semua, apa kabarnya nih hari ini? mudah2an sehat wal afiat ya. aamiin. rasanya sudah lama ga ketemu sama sobat media semua. kali ini ada yang baru dari spum. SPUM? apaan sih itu? nah, kalo sobat media ada yang belum tau SPUM itu apa. Ku kasih sedikit bocoran deh. SPUM itu adalah salah satu nama program andalannya Muslimah Media Center diperuntukkan khusus buat kamu yang masih remaja. eits, sebenernya bukan cuma buat remaja sih, tapi yang masih punya jiwa remaja juga boleh ikutan liat SPUM. SPUM merupakan singkatan dari Speak Up Your Mind, acara dimana kamu bisa numpahin semua yang ada dipikiran dan perasaan kamu tentang isu yang hangat dibicarain. buat kamu yang ngaku gaul dan smart, coba deh simak spum edisi kali ini. biar gaul kamu lebih syar'i.


Check This Out!



Selamat Menikmati dan Mengambil Ibrahnya ya, jangan lupa sebarkan  ke sobat media yang kamu kenal.

Saturday, 11 August 2012

HTI CHANNEL ON THE SPOT


" Perkaya skill untuk kemajuan Islam. HTI Channel Crew On The Spot. HTI Channel bekerja untuk melangsungkan kehidupan Islam"

MMC MHTI ON DIALOG MUSLIMAH


"Perkaya skill Multimedia untuk dakwah. 
Muslimah Media Center MHTI bekerja untuk melangsungkan kehidupan Islam"

Thursday, 9 August 2012

Perjuangan Hizbut Tahrir Internasional (Indo Subt)


"Sesungguhnya kaum muslimin di seluruh dunia menginginkan ditegakkannya Khilafah yang akan melindungi mereka dari segala bentuk pejajahan. Kami datang Ya Allah tuk penuhi panggilan-Mu. Labbaik Allahumma Labbaik. Ada tiadanya kita dalam jalan dakwah ini, dakwah Islam dan kebangkitannya akan segera terjadi. tinggal kita memilih untuk berkontribusi dalam memenuhi kewajiban ini atau tidak. Sesungguhnya, Islam adalah lebih berharga dibandingkan segala yang ada di dunia. Sungguh merugi orang-orang yang menukar panggilan dakwah ini dengan dunia yang sesaat."

Friday, 3 August 2012

Our children calling for Khilafah - Message to the Ummah

Khilafah Model Negara Terbaik

Dunia Tanpa Barat (The World Without The West)

Inside Story - Why is the world ignoring Myanmar's Rohingya?

Thursday, 2 August 2012

THE GLOBAL CALL FOR ISLAM 2010-2012 | Snapshot of global efforts towards...

Thursday, 26 July 2012

Marhaban Yaa Ramadhan, Marhaban Yaa Syahru Shiam

Alhamdulillah wa syukurillah senantiasa kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah mempertemukan kita kembali dengan bulan yang penuh dengan keberkahan dan limpahan kasih sayang-Nya, Bulan Ramadhan. Bulan dimana setiap detiknya adalah rahmat dan setiap ibadah yang kita lakukan dilipatgandakan pahalanya dengan seizin Allah tentu saja.


Marhaban Yaa 
Ramadhan



Momen Ramadhan kali ini tentu saja kita menyambutnya dengan suka cita dan penuh kerinduan. Betapa tidak, Ramadhan adalah bulan yang didalamnya kita mencari limpahan pahala dan ampunan atas kesalahan yang telah kita lakukan. Allah SWT menyampaikan dalam QS Al Baqoroh: 183. 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” 
(QS. Al Baqarah: 183)

Tujuan berpuasa adalah agar kta menjadi pribadi yang bertakwa. Takwa disini memiliki makna melaksanakan segala yang diperintah-Nya dan menjauhi segala apa yang dlarang-Nya. Dengan kata lain adalah menjadi muslim yang kaffah. muslim yang menyeluruh dan sempurna keislaman dan keimanannya. Titel Muslim kaffah ini menuntut kita untuk menjalankan syariah Allah diatas muka bumi dalam bentuk yang kaffah pula. yaitu dengan menerapkan sistem Islam dalam kehidupan, baik secara individu, keluarga, masyarakat juga negara. Dan bukan secara parsial dalam aspek tertentu saja semisal hanya mengambil aturan beribadahnya saja atau aturan berakhlak saja, melainkan kita harus menngambilnya secara komprehensif tanpa kecuali, mulai dari sistem sosial, pendidikan, ekonomi, hingga pemerintahan. Inilah makna Takwa yang sejati.

Namun, diantara suka cita menyambut ramadhan ini, kita umat Islam juga merasakan duka yang mendalam dan rasa perih yang begitu menyayat. Karena di negeri-negeri kaum muslim terutama di timur tengah, ternyata masih banyak kaum muslim yang menangis dan menderita lantaran melihat saudara-saudarinya dibantai oleh rezim yang represif pada warganya sendiri. Sebut saja di Tunisia, Mesir, Libya, Yaman, dan Suriah yang dipimpin oleh Bashar Al Assad, banyak sekali kaum muslim yang secara zhalim tanpa pandang apakah laki-laki, wanita, orang tua, ataupun anak-anak. Astaghfirullah.

Bukankah Rasulullah telah bersabda:

"Perumpamaan bagi orang-orang mukmin dalam kasih sayang bagaikan satu tubuh. Apabila satu anggota badan kita merintih kesakitan, maka sekujur tubuh akan merasakan panas dan demam" 
(HR Muslim)

Pertanyaannya adalah, apakah kita sempat berpikir mengenai mereka? Apakah kita merasakan rasa sakit yang saat ini mereka derita? Sudah sepantasnya kita turut merasa tercabik-cabik saat saudara kita disana meregang nyawa dan sedih saat melihat seorang ibu yang meneteskan air mata dengan anaknya yang meninggal dunia di tangannya. Belum lagi, saudari-saudari kita yang harus menutup wajahnya malu karena telah dinodai oleh para tentara rezim Bashar al Assad. Ini adalah mimpi buruk. bukan hanya bagi kaum muslim di Suriah, tetapi juga kaum muslim di seluruh dunia. Dan di bulan Ramadhan ini, dimana seluruh doa diangkat dan diijabah, sudahkah kita menjadikan mereka bagian dari doa kita? tidak ada yang kita harapkan selain mimpi buruk ini segera berakhir.

"Ya Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang, Yang Maha Melindungi dan Menjaga bagi siapapun yang Engkau kehendaki. di BUlan yang penuh berkah ini, lindungilah dan jagalah saudar-saudara kami di Suriah, saudara-saudara kami, di Afganistan, saudara-saudara kami di Kirgistan, saudara-saudara kami di Pakistan, saudara-saudara kami, di Pattani, saudara-saudara kami di Myanmar, saudara-saudara kami di Poso, saudara-saudara kami di seluruh dunia dari segala bentuk kejahatan dan kezhaliman yang ditimpakan kepada mereka. dan semoga Engkau membangkitkan tentara-tentara kaum muslimin yang akan menjadi perisai, menjadi penjaga kehormatan umat Islam, tentara-tentara yang pemberani lagi tak gentar menyelamatkan mereka. dan semoga Engkau memberikan pertolongan kepada kami untuk mampu menegakkan kembali hukum-hukum-Mu dalam bentuk daulah Khilafah Islamiyyah 'ala Minhajin Nubuwwah yang kedua. yang dengannya kami berlindung. Kami yakin akan janji-Mu Ya Allah. Sesungguhnya janji-Mu adalah pasti dan sungguh pertolonganmu adalah dekat. Ya Allah kabulkanlah permohonan doa hamba-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pengabul doa. Amin"

Khilafah adalah kepemimipinan yang satu bagi seluruh kaum muslim seluruh dunia. yang dengannya mampu membebaskan kami, umat Islam dari segala bentuk penjajahan, penindasan, kezhaliman, penderitaan dan bentuk penghambaan dari selain Allah, Rabb seluruh alam. Saat ini, Sistem kapitalisme terbuki telah gagal dalam menyejahterakan umat, bahkan semakin memperpuruk kondisi umat. Sistem Kapitalisme dengan demokrasinya telah gagal menciptakan keamanan, kesejahteraan, dan Penjagaan terhadap kehormatan umat. Kemiskinan merajalela, Pengangguran dan kriminalitas semakin meningkat, pelecehan terhadap kaum muslim terjadi dimana-mana. Tidak mendapatkan keadilan dalam hukum, tidak mendapatkan pendidikan yang layak karena mahalnya biaya serta ketiadaan jaminan kesehatan yang layak dan tanpa syarat. sistem kapitalisme ini dengan segala kebobrokannya terbbukti telah gagal segagal-gagalnya.



Sistem kapitalisme dengan demokrasi inilah yang menjadikan saudara-saudara kita, di Kashmir, di Yaman, dan Somalia terus mengalirkan air mata di bulan ramdhan ini karena keluarga mereka yang dibantai ataupun ditangkap oleh pemerintahan mereka sendiri. banyak diantara mereka yang harus menyiapkan bukanlah pakaian baru, tetapi kain kafan untuk anggota keluarga mereka.

Wahai sobat media, saudara-saudariku se-aqidah...

Dalam Ramdhan ini, sertakan mereka dalam setiap doa kita dan berharaplah agar Allah melepaskan mereka dan kita kaum muslim seluruhnya dari segala bentuk kezhaliman, penderitaan, dan kesengsaraan. Berharaplah akan kembali tegaknya Khilafah Islam yang akan melindungi kita dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan kita. yang akan mengeluarkan kita kaum muslim dari kegelapan yang saat ini meliputi selama bertahun-tahun lamanya, kembali kepada cahaya, kejayaan dan persatuan kaum muslim. Berharaplah masa depan yang cerah dan gemilang sebentar lagi akan kita  jelang sebagai umat yang satu.

Momen Ramadhan adalah momen yang tepat untuk itu. Momen yang tepat untuk kita senantiasa mendekatkan diri bertaqarrub pada Allah. Momen yang tepat untuk melakukan pengorbanan untuk kejayaan umat ini. Momen yang tepat untuk memanjatkan doa bagi saudara-saudara kita yang tertindas. Momen yang tepat untuk memohon kepada Allah akan tegaknya Khilafah Islamiyyah yang kita bersama rindukan. yang dengannya akan memuliakan Islam dan kaum muslim serta menghinakan siapa saja yang hendak merendahkan Islam dan kaum muslim.

Shahabah Ummar bin Khattab berkata:

"Allah memberi umat Islam kemuliaan dan kehormatan dengan Islam dan jika kita mencari kemuliaan dengan sistem selain Islam, maka Allah akan mempermalukan dan 
menghinakan kita serendah-rendahnya."

Wahai sobat media...

Semoga ramadhan kali ini mengingatkan kita kembali kepada kewajiban kita untuk tunduk hanya kepada aturan Islam. Aturan sempurna yang telah Allah turunkan untuk seluruh manusia. dan memngingatkan kita untuk senantiasa berjuang untuk penegakkan kembali Khilafah yang kedua di bumi Allah. Semoga amal ibadah kita selama bulan ramadhan ini diterima dan dilipatgandakan pahala serta diberikan sebaik-baiknya kebaikan, yaitu surga. Insya Allah.

Video Marhaban Yaa Ramadhan
Selamat Menyaksikan




Mohon Maaf Lahir Batin^^





Thursday, 21 June 2012

Khilafah, Model Terbaik Negara yang Menyejahterakan

Reportase


Kamis, 21 Juni 2012, Hizbut Tahrir Indonesia menyelenggarakan acara yang merupakan puncak dari berbagai acara yang diselenggarakan di berbagai daerah. Acara yang dinamakan Konferensi Tokoh Umat ini diadakan di Tennis Indoor Senayan, Ibukota Jakarta jantung Indonesia. Acara ini dihadiri oleh para tokoh umat mulai dari para tokoh masyarakat, dosen, pakar, mahasiswa, dan pengusaha. Peserta yang hadir kurang lebih berjumlah 4000 orang dan berasal dari berbagai penjuru kota Jabodetabek. Tema yang diangkat pada acara kali ini adalah Khilafah, Model Terbaik Negara yang Menyejahterakan. Peserta  sangat antusias dalam mengikuti acara ini. Takbir membahana di setiap sudut ruangan.

Acara ini dibagi menjadi 3 sesi, masing-masing sesi disampaikan orasi oleh dua pembicara. Para pembicara menyampaikan orasinya fokus mengenai permasalahan ekonomi dan bagaimana Khilafah mampu menyelesaikan permasalahan ekonomi hingga ke akar-akarnya. Tidak hanya permasalahan ekonomi, tetapi juga permasalahan politik dan sosial yang dihadapi saat ini. Pembicara menyampaikan bahwa saat ini sistem yang diterapkan oleh Indonesia dan negeri-negeri Islam adalah sistem yang rusak dan merusakkan. Indonesia yang dianugerahkan oleh Allah sebagai negeri yang kaya. Kaya akan sumber daya alam, baik yang ada di daratan maupun di lautan. Mulai dari barang tambang hingga mutiara yang terkandung di lautan. Semua ada di Indonesia. Namun, kenyataan pahit justru dialami oleh rakyatnya. Rakyat miskin di negeri yang kaya. Sungguh ironi.

Solusi untuk lepas dari masalah yang terjadi saat ini tiada lain adalah dengan menegakkan kembali Daulah Khilafah Islamiyyah ‘ala min Hajjin Nubuwwah. Khilafahlah yang nanti akan mengelola sumber daya alam yang dimiliki oleh negeri-negeri Islam yang hasilnya akan dikembalikan untuk kesejahteraan dan kebahagiaan ummat dalam Daulah. Khilafahlah yang akan mengatur seluruh warga negara baik muslim maupun non muslim dengan menerapkan syariah Islam, yakni aturan yang bersumber dari Allah SWT yang disampaikan oleh Rasulullah untuk seluruh ummat manusia. Karena Islam adalah Rahmatan Lil ‘Alamin.

Sesungguhnya janji Allah itu adalah dekat. Maka bersegeralah masuk ke dalam barisan dakwah ini untuk penegakkan kembali Daulah Khilafah Islamiyyah.

Khilafah, Model Terbaik Negara yang Menyejahterakan.

Reportase versi video dengan 3 bahasa, yaitu bahasa Indonesia, Inggris dan Arab silakan lihat di bawah ini. atau klik langsung link berikut http://www.youtube.com/user/Moeslimedia.



Friday, 15 June 2012

JALAN BARU INTELEKTUAL MUSLIMAH [VISI PEMBEBAS GENERASI]



Semua bangsa tentu mendambakan lahirnya generasi berkualitas demi kejayaan peradaban mereka. Mereka tentu mengupayakan lahirnya generasi berkualitas, generasi  yang tidak hanya memiliki keahlian, melainkan juga memiliki kepribadian istimewa yang ditunjukkan oleh integritas pada nilai-nilai kebenaran. Kepribadian yang merupakan perwujudan pola pikir dan pola sikap yang benar dan luhur. Generasi berkualitas  akan membawa negaranya menjadi negara besar, kuat, dan terdepan. Generasi yang tidak akan menggadaikan negerinya diperas dan dijajah oleh penjajah asing demi untuk memperkaya diri, keluarga, atau kelompoknya. Sebaliknya, akan berani dan rela berkorban untuk melindungi negerinya dari cengkraman penjajahan dalam bentuk apapun. 
Buku ini ditulis oleh Muslimah Intelektual di tengah keprihatinan terhadap kondisi generasi muda di Indonesia, negeri dengan penduduk mayoritas muslim. Namun ajaran Islam yang luhur tidak terlihat membentuk peradaban  bangsa ini. Yang lebih memprihatinkan, generasi mudanya pun ternyata mempertahankan budaya yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur ajaran Islam.
 Lihatlah fakta lahirnya generasi koruptor baru dari kalangan muda di tengah mengguritanya kekuatan koruptor di semua sendi kehidupan di Indonesia.  Lihat juga fakta maraknya tawuran pelajar dan demonstrasi mahasiswa yang didominasi oleh tindak kekerasan, yang sejalan dengan fakta resahnya masyarakat akan semakin kuatnya jaringan preman dan kejahatan bersenjata.  Belum lagi fakta lain yang menunjukkan rendahnya ahlak generasi sepertihubungan seks luar nikah, aborsi, pembunuhan karena hal sepele, dan masih banyak fakta lain yang bisa disebut di sini. Lalu bagaimana langkah yang harus dijalani untuk membebaskan generasi dari belenggu peradaban rendah saat ini?
Banyak pihak mengandalkan sektor pendidikan untuk menyelesaikan masalah generasi ini dengan alasan pendidikanlah yang mampu melahirkan generasi yang lebih baik, atau karena pendidikan adalah pilar peradaban.  Pendapat seperti ini  tidak sepenuhnya keliru, namun memiliki beberapa kelemahan  seperti uraian di bawah ini:

1.   Kehidupan bermasyarakat dan bernegara adalah sekolah besar bagi generasi

Pendidikan akan membangun dasar kepribadian dan mengkristalkan nilai-nilai luhur peradaban dalam kepribadian generasi.  Proses pendidikan tersebut tidak hanya terjadi di dalam keluarga dan sekolah, tetapi juga terjadi ditengah-tengah kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Nilai-nilai yang  disampaikan kepada generasi melalui keluarga dan masyarakat seharusnya disampaikan juga dan dikristalkan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Bukan malah sebaliknya, dihancurkan ketika generasi mulai masuk dalam partai politik, pemerintahan, lembaga-lembaga perekonomian, atau berbagai sektor lain, karena ternyata nilai atau pemikiran mendasar yang membangun sektor-sektor kehidupan itu ternyata berasal dari peradaban yang rendah.
Pembebasan generasi dari belenggu peradaban yang rendah seharusnya tidak hanya dilakukan melalui lembaga-lembaga pendidikan formal, informal, maupun non formal saja.  Tapi pada saat yang sama seharusnya juga dilakukan melalui perbaikan nilai-nilai/pemikiran mendasar yang membangun kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Karena itu, pada BAB PENDAHULUAN buku ini dipaparkan bagaimana mewujudkan KEBANGKITAN GENERASI, yakni MENTRANSFORMASI GENERASI TERPURUK MENUJU GENERASI CEMERLANG. Kemudian dilanjutkan pada BAB I yang memaparkan bagaimana BANGUNAN DASAR PEMIKIRAN GENERASI DALAM SISTEM ISLAM akan dibentuk. Sebuah rambu-rambu berpikir dalam ajaran Islam, yang melahirkan cara berpikir yang melahirkan peradaban Islam. Berikutnya pada BAB II lebih detil dijelaskan gambaran KESELARASAN DAN KEUNGGULAN PILAR SISTEM POLITIK DAN EKONOMI ISLAM DALAM MEWUJUDKAN KEMANDIRIAN BANGSA yang sangat dibutuhkan DALAM MELAHIRKAN GENERASI CEMERLANG. Kemudian dilakukan komparasi antara konsep sistem Islam dengan sistem Sekuler-Kapitalisme yang tegak hari ini, dalam dua pilar utama sistemnya dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, yaitu KOMPARASI ANTARA SISTEM POLITIK ISLAM DENGAN SISTEM POLITIK DEMOKRASI pada BAB III, dan KOMPARASI ANTARA SISTEM EKONOMI ISLAM DENGAN SISTEM EKONOMI KAPITALISME pada BAB IV.  Diharapkan para pembaca, dengan melakukan komparasi tersebut, bisa dengan lebih mudah memahami keunggulan pemikiran dan konsep pembangun peradaban Islam dibandingkan konsep sekuler-kapitalisme yang tegak hari ini, dengan lebih obyektif karena merunutnya sejak dalam tataran konsep. Dan semoga bisa menjadi inspirasi bagi semua pembaca  untuk melahirkan langkah perbaikan. 
2.   Pendidikan tidak akan terlepas dari aturan perundang-undangan yang lahir dari sistem politik dan kualitasnya  tidak akan pernah terlepas dari kemampuan pembiayaan pendidikan yang ditentukan oleh pengelolaan sistem ekonomi.
Konsep pendidikan yang sebaik apa pun tidak akan pernah bisa direalisasikan apabila perundang-undangan yang ada tidak sejalan dengan konsep pendidikan yang baik tersebut.  Misalnya apabila perundang-undangan tentang guru, kurikulum, sarana dan prasarana tidak sejalan dengan konsep pendidikan terbaik, tentu saja pendidikan terbaik tidak akan teralisasi. Karenanya pendidikan sangat membutuhkan dukungan sistem politik yang baik. Demikian pula realisasi pendidikan berkualitas mutlak membutuhkan biaya. Karenanya dibutuhkan pengelolaan ekonomi yang baik agar negara bisa membiayai pendidikan yang berkualitas.   
Melalui buku ini, setelah membaca BAB II, III dan IV, diharapkan pembaca juga bisa mendapatkan gambaran kekuatan sistem politik dan ekonomi Islam, dan keselarasan diantara dua pilar sistem tersebut dalam menopang dunia pendidikan. Untuk memperjelas gambaran bagaimana interaksi antara sistem pendidikan sebagai salah satu sub sistem yang dilahirkan dengan sub sistem lainnya dalam melahirkan generasi cemerlang, maka pada BAB V, VI, dan VII digambarkan secara ringkas SISTEM PENDIDIKAN ISLAM, SISTEM PERADILAN ISLAM, SISTEM PERGAULAN ISLAM, DAN PENGATURAN MEDIA MASSA DALAM ISLAM; semua sektor yang memiliki kontribusi penting dalam proses pendidikan dan lahirnya  generasi cemerlang. Pemaparan yang dilakukan tidak dalam tataran detil hingga teknis aplikatifnya, namun hanya gambaran global untuk memberikan inspirasi sekaligus menjadi tantangan bagi para intelektual muslim negeri ini untuk menerjemahkannya dalam sebuah konsep kebijakan sub sistem yang siap diaplikasikan ketika  perangkat supra sistemnya (sistem khilafah) tegak.
Selanjutnya, karena buku ini ditujukan khususnya bagi para intelektual muslimah, sebagai sebuah penawaran jalan baru bagi mereka untuk berkarya dan melahirkan generasi cemerlang maka pada BAB IX dibahas BAGAIMANA PERAN INTELEKTUAL MUSLIMAH DALAM UPAYA MEMBEBASKAN GENERASI dari belenggu keterpurukan yang sedang melanda generasi muda muslim di seluruh dunia. Di akhir buku ini, sedikit diperkenalkan PROFIL MUSLIMAH HIZBUT TAHRIR INDONESIA sebagai kelompok yang menyerukan jalan baru ini kepada seluruh masyarakat, utamanya kaum muslimah dan para intelektual.
Sebagai sebuah buku yang lahir dari keprihatinan Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia terhadap kondisi generasi penerus, melalui buku ini Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia berharap bisa memberikan sumbangsih bagi perbaikan generasi muda muslim tidak hanya di Indonesia, namun juga dalam tataran global dunia yang juga menghadapi problem generasi yang tidak jauh berbeda.
Karena Muslimah HTI melihat bahwa upaya perbaikan tersebut bukanlah hal yang berkaitan dengan urusan teknis semata, namun bermula dari perbaikan skala filosofis konseptual yang menyelesaikan akar masalah yaitu permasalahan yang muncul hari ini dimulai dari kesalahan menempatkan siapa pihak yang memiliki otoritas untuk membuat peraturan hingga menyebabkan terjadinya kerusakan generasi yang sistemik, maka buku ini memang lebih banyak berisi hal-hal yang sifatnya filosofis konseptual. Jika diperlukan hal-hal lain yang sifatnya lebih teknis dan aplikasi, maka mudah-mudahan buku ini dapat menginspirasi intelektual muslimah lain untuk memberikan karya terbaiknya bagi pembebasan generasi menuju peradaban yang mulia. 


         Demikianlah, buku ini berupaya menggambarkan bahwa membangun peradaban yang tinggi dan luhur, membutuhkan visi yang komprehensif, visi yang ideologis. Visi yang kemudian harus mewarnai semua sektor kehidupan bermasyarakat dan bernegara, agar terwujud lingkungan kondusif bagi lahirnya generasi berkualitas.  Membangun peradaban yang tinggi dan luhur tidak bisa sekedar mengadopsi ilmu pengetahuan dan teknologi terbaik disertai pendidikan moral atau iman takwa yang parsial kepada generasi di keluarga dan di sekolah. Mudah-mudahan buku ini bisa memberi inspirasi bagi para intelektual di semua bidang untuk berjuang bersama, bahu-membahu  melahirkan generasi cemerlang yang akan mewujudkan negara yang besar, mandiri, kuat dan terdepan.




Iklan Buku Jalan Baru Muslimah (Visi Pembebas Generasi) versi video bisa dilihat di bawah ini.








Monday, 11 June 2012

Sistem Ekonomi Kapitalis VS Sistem Ekonomi Islam

Assalamu'alaikum wahai sahabat media, berikut ini beberapa video yang sudah diupload di Moeslimedia on you tube. salah satu diantaranya adalah mengenai sistem ekonomi kapitalis dan sistem ekonomi islam. sistem ekonomi kapitalisme saat ini sudah terlihat kebobrokannya. dimana sistem ini membuat yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin sengsara. sistem yang berbasis kepada riba dengan banknya dan sektor non riilnya membuat kesenjangan antara yang kaya dan yang miskin semakin besar.

sulit sekali rasanya hidup di bawah sistem kapitalis ini. semua diukur dengan materi karena memang pandangan hidup sistem ini hanyalah untuk materi dan kesenangan hidup semata. kesejahteraan hidup hanya diukur dari rata-rata pendapatan masyarakat di suatu negara, bukan dilihat secara individu. dan fakta-fakta lain bisa dilihat di video berikut ini.


Berbeda dengan Islam, sistem ekonomi Islam adalah sistem yang khas dan unik dimana berdiri atas basis akidah Islam. sistem ekonomi Islam memiliki suatu mekanisme tersendiri untuk mengatur pemasukan negara berikut pengeluarannya. Sistem ekonomi Islam melihat kesejahteraan masyarakat per individu bukan rata-rata, sehingga Islam akan berusaha memenuhi kebutuhan pokok masyarakatnya yang meliputi kebutuhan pangan, sandang, papan, kesehatan, pendidikan, dan keamanan untuk setiap warga negaranya. warga negara Daulah Islamiyyah atau Khilafah Islamiyyah bukan hanya kaum muslim tapi juga kaum non muslim selama mereka mau tunduk kepada sistem Islam dalam aturan publiknya. keterangan dan gambaran lebih jelas dapat dilihat dalam video sistem ekonomi islam berikut ini.



untuk mengetahui video apa saja yang telah diupload. sahabat media bisa langsung klik disini. Semoga video-video yang tela diupload bisa memberikan gambaran yang jelas mengenai kesempurnaan Islam dan bermanfaat bagi yang membutuhkan. Silahkan sebarkan video-video tersebut di semua jejaring sosial yang sahabat media punya. Allah berfirman dalam QS Ali Imran:195-" Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal diantara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain..."

Wallahualam bishshowwab.

Tuesday, 5 June 2012

Langkah-langkah kami takkan pernah terhenti
acara demi acara kan selalu lammi gelar
karena kami yakin satu hal
bahwa kemenangan akan segera datang

Konferensi Khilafah Internasional


You must watch this!

Sunday, 13 May 2012

MENGEMBALIKAN KIBLAT INTELEKTUAL MUSLIMAH KEPADA PERADABAN ISLAM




Dunia pendidikan kita saat ini tidak dapat dipungkiri sangat berkiblat pada Barat. Mulai dari konten kurikulum sampai pembentukan kepribadian generasi acuannya adalah peradaban Barat. Silaunya kalangan intelektual terhadap peradaban Barat ini menjadikan pemikiran Barat sering diasumsikan selalu benar untuk diambil sebagai sumber solusi bagi persoalan-persoalan yang dihadapi bangsa ini termasuk dalam hal mencetak generasi berkualitas. Bagi mereka, kemajuan dan kebangkitan bangsa hanya bisa diraih dengan meniru Barat.
Indonesia adalah negeri dengan mayoritas penduduknya muslim. Bagi seorang muslim, sumber solusi bagi setiap persoalan kehidupannya hanyalah Islam, termasuk dalam bidang pendidikan. Sistem pendidikan Islam yang ditopang dengan sistem politik dan ekonominya  diyakini mampu menghantarkan bangsa ini menuju cita-cita besar pendidikannya yaitu lahirnya generasi cemerlang, generasi berkualitas yang menopang bangsanya menuju bangsa mandiri, kuat dan terdepan. Oleh karena itu, sudah seharusnya intelektual muslimah kembali mengacu kepada solusi Islam dan menjadikannya sebagai arus perjuangan. Intelektual muslimah harus mengambil bagian dalam perjuangan ini karena perempuan di mata Islam memiliki peranan strategis bagi lahirnya generasi brkualitas, baik karena perannya sebagai ibu dari anak-anaknya di rumah (ummun wa robbatul bait) maupun sebagai ibu generasi (ummu ajyal). Di tangan kaum perempuan lah generasi terbaik atau khairu ummah akan terbentuk sebagaimana firman Allah Swt dalam QS. Ali Imron: 110
Meski demikian, agenda perjuangan intelektual untuk mewujudkan visi politik yang benar selayaknya tidak hanya berhenti pada perbaikan kebangsaan saja. Sense perbaikan ini seharusnya meluas kepada sense perjuangan global untuk menyelamatkan dunia dari ancaman lost generation dan lahirnya generasi cemerlang pemimpin peradaban besar dan mulia.
Oleh karena itu, Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia dalam Konferensi Intelektual Muslimah untuk Bangsa pada 20 Mei 2012 di Wisma Makara, UI mendatang mengundang Dr. Nazreen Nawaz yang merupakan Media Representative Hizbut Tahrir sebagai salah satu pembicara. Dr. Nazreen Nawaz yang memiliki banyak pengalaman dalam pergolakan pemikiran di Barat khususnya di Inggris akan memaparkan bagaimana Barat sendiri sebenarnya mengalami kegagalan dalam upaya membentuk generasi berkualitas yang mereka harapkan. Sehingga sudah saatnya intelektual muslimah meninggalkan kekagumannya pada Barat dan kembali berkiblat pada Islam dengan menjadikannya sebagai agenda global perjuangan bersama Hizbut Tahrir dalam rangka mewujudkan visi politik bagi tata dunia baru yang rahmatan lil ‘alamin, yaitu Khilafah Islamiyyah.

Intellectual Speech KIMB :
1.    Faizatul Rosyidah (Lajnah Khusus Intelektual MHTI)
[Melahirkan Generasi Islami dengan Sistem Pendidikan Islam]
2.    Iffah Ainur Rachmah (Juru Bicara Muslimah HTI)
[Keunggulan Sub Sistem Kehidupan Islam dalam Menjaga Kecemerlangan Generasi – (Pergaulan, Media dan Peradilan) ]
3.    Nida Sa’adah (Pengamat Ekonomi MHTI)
[Rancangan Perubahan Ekonomi untuk Generasi Berkualitas]
4.    Siti Muslikhati, M.Si (Pengamat Politik MHTI)
[Rancangan Perubahan Politik untuk Generasi Berkualitas]
5.    Zidniy Sa’adah (Ketua Lajnah Intelektual MHTI)
[Keselarasan Pemikiran Politik Ekonomi dalam Melahirkan Generasi Cemerlang]
6.    Ummu Fadhillah (Ketua DPP Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia)
[Peran Strategis Intelektual Muslimah dalam Melahirkan Generasi Cemerlang]
7.    Dr. Nazreen Nawaz (Women Media Representative of Hizbut Tahrir)
[Visi Perjuangan Global Membebaskan Generasi bersama Muslimah Hizbut Tahrir]

Teaser Konferensi Intelektual Muslimah oleh Mahasiswa


Teaser Konferensi Intelektual Muslimah oleh Pakar


Info lebih lanjut:

Monday, 7 May 2012

Menjadi Mahasiswa Berprestasi Dunia Akhirat

by Nay Beiskara

Kampus memang tempatnya menimba ilmu dan pastinya tempat tuk meraih prestasi. Baik itu prestasi akademik maupun non akademik. Oleh karena itu, banyak sekali mahasiswa yang berlomba-lomba untuk ikut dalam berbagai kompetisi, baik yang di adakan di internal kampus semisal mengikuti lomba karya tulis ilmiah, Mapres (Mahasiswa Berprestasi) dan lomba debat maupun yang diadakan eksternal kampus, semisal lomba yang diadakan oleh Dikti, kampus lain ataupun Institusi pendidikan lainnya. Dan ternyata tidak sedikit dari teman-teman kampus yang berhasil menjadi juara dalam kompetisi semacam itu lho... Apa kamu salah satunya?
Namun dewasa ini, banyak dari kita yang menganggap bahwa prestasi itu hanya sebatas nilai yang tinggi, IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) yang tinggi, dan mampu meraih penghargaan pada kompetisi tertentu, betul ga? Padahal tidak semua yang berprestasi bisa diukur dari nilai alias angka di atas kertas lho. Banyak orang yang sudah membuktikannya. Kadangkala kita menemui ada mahasiswa yang pada saat kuliah dia mendapatkan nilai yang biasa-biasa saja, IPKnya dua koma alhamdulillah, namun ketika dia selesai kuliah dan terjun ke dunia bisnis dia menjadi orang yang berhasil. Ada pula orang yang pada saat kuliah dia terkenal cerdas, selalu mendapatkan nilai tertinggi, dan IPK cumlaude, namun dia hanya bisa menjadi seorang bawahan yang prestasi kerjanya biasa saja.

Selain itu, kita juga banyak sekali menemukan orang yang cerdas memiliki peringkat tertinggi di kelasnya, tetapi dia sombong dan tidak mau berbagi ilmu dengan temannya yang lain. Dengan kata lain kecerdasan dan prestasi tidak berbanding lurus dengan kualitas moral yang baik. Nah kalau begitu, apa sih sejatinya makna prestasi? Dan bagaimanakah mahasiswa yang berprestasi itu?
Prestasi secara umum bisa diartikan sebagai hasil belajar, mempelajari, dan memahami segala sesuatu. Ada juga yang mengartikan sebagai hasil capai kesuksesan yang kita peroleh dari usaha yang kita lakukan dalam meraih sesuatu. Sedangkan mahasiswa berprestasi disebutkan dalam panduan pemilihan mahasiswa berprestasi yang dikeluarkan oleh Komisi Pendidikan Nasional, berarti mahasiswa yang berhasil mencapai prestasi tinggi, baik akademik maupun non akademik, mampu berkomunikasi dengan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, dan bersikap positif. Sebagai contoh, seorang mahasiswa yang belajar dengan bersungguh-sungguh ketika akan menghadapi ujian hingga akhirnya mendapatkan hasil yang terbaik. Contoh lain saat seorang mahasiswa mempresentasikan karya tulisnya. Kemudian dia berhasil memenangkan kompetisi karya tulis ilmiah tersebut. Itulah beberapa contoh arti prestasi dan mahasiswa yang berprestasi secara sederhana. Namun, apakah sudah cukup?
Prestasi sebagai hasil belajar dan memahami sesuatu mengandung arti apa yang telah dipelajari dan dipahami itu berpengaruh dalam sikapnya seperti peribahasa padi yang semakin berumur semakin merunduk dan yang tidak kalah penting adalah bermanfaat bagi orang-orang yang ada di sekitarnya. Pertanyaan selanjutnya adalah cukupkah kita ketika sudah dikatakan berprestasi di mata manusia? Jawabannya pasti tidak. Sebagai seorang muslim yang kebetulan mahasiswa, tentunya berprestasi di hadapan Allah Sang Pencipta Manusia dan berhasil meraih keridhoan-Nya adalah dambaan dan tujuan semua muslim. Allah sendiri telah berfirman dalam Quran Surat Ali Imran [110]: “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahhli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, diantara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik
Allah telah memberikan kita kaum muslim predikat sebagai umat yang terbaik. Umat yang berprestasi. Bukan hanya berprestasi di dunia tetapi juga untuk akhirat. Rasulullah pun sebagai teladan kita adalah sosok yang sangat mencintai prestasi. Dalam setiap perbuatan yang Rasulullah lakukan sangat terjaga mutunya dan mempesona kualitasnya. Misalnya shalat yang beliau lakukan adalah shalat yang prestatif artinya sangat menjaga kekhusyuannya. Belum lagi dalam masalah strategi perang dan pengurusan rakyat Madinah kala itu. Para sahabat yang notabenenya hasil pembinaan Rasul juga memiliki prestasi yang gemilang. Sebut saja Mushab Bin Umair yang diutus Rasul untuk mengajarkan Islam di Madinah. Hanya dalam waktu satu tahun, Mushab mampu membuat opini Islam menyebar di seluruh Madinah hingga dikatakan tidak satupun rumah di sana yang tidak membicarakan Islam dan Rasulullah. Dan mungkin kita masih ingat Muhammad Al Fatih yang mampu menaklukkan Kota Konstantinopel pada saat beliau berusia 21 tahun, beliau dan pasukannya mendapatkan predikat sebagai pemimpin dan pasukan terbaik.
Rasulullah dan para sahabat sudah memberikan kita cukup bukti bagaimana dalam setiap perbuatan yang dilakukan, beliau-beliau mampu melahirkan prestasi dengan tidak meninggalkan aspek tujuan dan kualitas/mutu dari perbuatan. Artinya setiap perbuatan jelas tujuannya dan langkah-langkah agar tujuannya tercapai juga jelas. Sedang motivasi yang ada hanyalah motivasi ruhiyah yang berasaskan aqidah Islam. Sudah sunnatullahnya bahwa orang-orang yang mendapatkan predikat terbaik adalah mereka yang paling berkualitas dalam amal perbuatannya. Baik dalam urusan dunia maupun akhirat.
Begitulah gambaran Muslim prestatif. Dia tidak hanya mencukupkan diri berprestasi di hadapan manusia, tetapi juga berusaha untuk berprestasi di hadapan Allah. Nah, bila kita ingin menjadi muslim dan mahasiswa yang berprestasi, berarti kita tidak boleh mencukupkan diri hanya dengan mendapatkan peringkat tertinggi, IPK terbaik, dan predikat memuaskan, tetapi juga harus berprestasi di mata Allah. Bagaimana caranya? Belajar adalah kuncinya. Bukan hanya mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga mempelajari Islam, mendalami Islam, melaksanakan Islam dalam kehidupan, dan menyebarkan Islam. Insya Allah, kesejahteraan di dunia dan keridhoan-Nya pun akan kita dapatkan. Wallahu a'lam Bish showwab.

Monday, 26 March 2012


Ideological Switch
[Isniani Muftiarsari, S.Si.]

Ada sebuah pertanyaan menarik. Mungkinkah terbentuk seseorang yang bertaqwa dan berideologi Islam dari sistem kapitalisme saat ini? Kita sama-sama tahu bahwa suatu sistem kehidupan, yang lahir dari ideologi tertentu, akan melahirkan orang-orang yang menganut ideologi tersebut dan memiliki kepribadian yang sejenis. Sistem Islam akan melahirkan muslim-muslim yang berideologi Islam, dengan akidah yang mengakar kuat, kepribadian yang luhur, senantiasa berperilaku sesuai dengan hukum syara, bahkan menjadi pembela-pembela ideologi Islam. Pun dengan sistem Kapitalisme, akan melahirkan diri-diri yang serba materialistis, dengan pemikiran liberal dan pragmatis, bahkan mungkin menjadi pejuang-pejuangnya dimanapun dia berada.

Pertanyaan di atas muncul ketika umat Islam di dunia ini hidup bukan di dalam sistem Islam, melainkan Kapitalisme. Beragam pemikiran asing sudah mengalir dalam darah kaum muslimin, dari hal terkecil dalam masalah individu, hingga hal terbesar dalam perkara negara. Jangankan menjadi penganut taat, mereka tak lagi mengenali Islam itu sendiri. Semuanya bercampur aduk. Nah, lantas apa mungkin, dalam kondisi seperti ini, bisa lahir muslim dengan kualitas seperti layaknya dia hidup dalam sistem Islam?


Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, saya ingin menceritakan sesuatu. Di dalam tumbuhan, terdapat suatu proses pembentukan sel kelamin jantan, yang disebut mikrosporogenesis. Dari proses inilah akan terbentuk polen, atau serbuk sari yang biasa kita jumpai pada bunga. Secara normal, sel induk polen akan mengalami dua kali meiosis dan membentuk empat sel mikrospora. Masing-masing mikrospora ini akan membelah secara mitosis sebanyak dua kali. Mitosis pertama menghasilkan dua sel, vegetatif dan generatif. Pada mitosis kedua, hanya sel generatif yang membelah menjadi dua sel sperma, sementara sel vegetatif berperan dalam memastikan sel sperma dapat melakukan fertilisasi/pembuahan. Mekanisme ini pasti terjadi, dengan regulasi gen tertentu, pada tumbuhan. Jika tidak, tentunya tidak akan kita temukan buah-buahan sebagai hasil fertilisasi ini. Selanjutnya, semua pasti mengetahui biji ddari buah-buahan ini jika ditanam akan menghasilkan tanaman yang baru.

Lantas apa hubungannya dengan pertanyaan di awal tulisan tadi?

Manusia kemudian menemukan suatu mekanisme lain yang unik, yaituAndrogenic Switch. Proses ini membelokkan jalur perkembangan mikrospora pada mitosis pertama, yang seharusnya menjadi dua sel yakni vegetatif dan generatif, menjadi dua sel vegetatif saja. Setelah itu, mereka mengalami mitosis lagi dan lagi sehingga menjadi multiseluler, akhirnya menjadi embrio. Embrio ini akan berkembang menjadi tanaman tersendiri, yaitu tanaman haploid yang mempunyai jumlah kromosom setengah dari tanaman normal (sepertinya hal ini tidak perlu dibahas lebih lanjut, tetapi tanaman haploid ini sangat penting dalam pembentukan benih unggul tanaman). Pada akhirnya kedua proses ini, baik mikrosporogenesis dan androgenesis, akan menghasilkan tanaman yang sama, meski berbeda sifat.

Sama saja dengan pembentukan kepribadian seseorang. Secara “normal”, hanya orang-orang yang serba liberal kapitalistik yang akan lahir dari sistem Kapitalisme. Tetapi, dapat lahir pula muslim-muslim yang taat, mengemban ideologi Islam, termasuk menjadi garda terdepan perjuangan penerapan sistem Islam. Di sini terjadi Ideological Switch. Bagaimana mungkin?

Androgenic Switch dipicu oleh cekaman, baik berupa cekaman suhu di atas dan bawah normal, senyawa kimia, tekanan osmotik, dan sebagainya. Setelah itu, karena proses ini membutuhkan kerja laboratorium, perlakuan lain diberikan pada bunga jantan atau bagiannya, yakni dengan kultur jaringan, untuk meningkatkan kadar induksi androgenesis sekaligus memastikannya tumbuh dan berkembang menjadi tanaman. Dapat diberikan senyawa organik, hormon, perlakuan suhu lagi, dan lain-lain, serta dipelihara pada kondisi tertentu. (Sekali lagi, pembahasan ini dapat terlalu mendalam dan agak menyulitkan bagi yang tidak pernah atau jarang mempelajari biologi tumbuhan). Begitu pula Ideological Switch, tidak mungkin terjadi jika muslim-muslim yang terjebak dalam sistem Kapitalisme sejak lahir, tidak menjalani “cekaman” berupa pemikiran rasional yang cemerlang tentang kehidupan, untuk menganut ideologi Islam. Tidak mungkin pula terbentuk menjadi para pengembannya, jika tidak “terpelihara” secara keimanan dan pemikiran.

Jadi, jawabannya adalah SANGAT MUNGKIN. Oleh karena itulah, penting bagi para pengemban dakwah Islam ideologis untuk terus menularkan “cekaman” pada kaum muslimin. Kemudian benar-benar menjaga ideologi ini tetap terinternalisasi dalam diri kita dan jamaah. Hal ini adalah perkara yang tidak dapat ditawar-tawar karena kita tentu ingin mewujudkan sistem Islam dalam kehidupan kita. Sehingga kita pun tidak perlu bersusah payah, membanting tulang, memeras keringat, mengorbankan pikiran, tenaga, harta, bahkan jiwa (terlepas dari bahwa perjuangan tersebut sangat besar nilainya di sisi Allah Swt), untuk memastikan anak cucu kita, generasi umat Islam di masa depan, menjadi orang-orang yang berkepribadian Islam yang tinggi.

Analogi di atas hanyalah suatu analogi, tidak bisa selalu disetarakan dengan realita yang sedang dianalogikan dalam segala sisi. Tetapi semoga bisa sedikit menggambarkan bahwa kondisi saat ini berada di dalam lingkaran yang kita kuasai, bisa kita ubah. Apalagi jika kita ingat kembali bahwa sungguh Allah Swt telah menjanjikan kemenangan dan tegaknya kembali Islam di muka bumi. Betapa pertolongan Allah Swt itupun sangat dekat.